Movie The Raid: Redemption & Modus Anomali

The Raid: Redemption dan Modus Anomali. Dua film Indonesia yang gaungnya udah heboh banget kedengeran dari tahun lalu. Entah tersebut di ranah social media atau dunia nyata. Yang ternyata mampu buat saya ikut penasaran, hingga akhirnya nonton film ini juga.

The Raid: Redemption

Usaha penggerebekan gembong sindikat narkoba di suatu apartemen tua. Segala sesuatu tadinya berjalan lancar, sebelum kesudahannya operasi ini ketahuan oleh seorang penghuni apartamen yang juga ialah bagian dari komplotan sindikat tersebut. Disini konflik dimulai. Film yang berdurasi lebih dari satu separuh jam ini sangat dapat membuat anda penasaran, terdapat adegan apa lagi selanjutnya. Adegan silat masih adalahadegan utama di film ini, sama laksana film Gareth Evans sebelumnya; Merantau. Salut untuk Donny Alamsyah, Iko Uwais dan terlebih lagi ‘Si Mad Dog’ Yayan Ruhian, guna adegan bela diri yang sukses-bikin-mata-melotot-gak-mau-ketinggalan-satu-adegan-pun. Masih terbayang di telinga saya tepuk tangan dan teriakan semua penonton sekitar adegan silat berlangsung. Penembakan, penusukan, baku hantam, kepala yang terantuk lampu dinding, pisau yang nyaris mengiris pipi dan adegan lainnya. Semuanya keren. Namun, mesti dinyatakan kalau dialog dalam film ini masih paling kaku. Di awal-awal, saya sempat gak ngerti apa yang dirundingkan oleh Kapten Jaka (Joe Taslim) saat sedang sedang di bis menuju tempat target operasi. Entah benak saya yang lambat untuk menciduk pembicaraannya atau memang pelafalannya yang terlampau cepat. Satu-satunya akting (dari segi mimik, intonasi dan lafal dialog) yang lumayan baik di film ini, menurut keterangan dari saya, melulu peran yang dimainkan oleh Ray Sahetapy. Scoring yang lumayan baik pun mendukung tiap adegan di film ini. Jadi ikut motivasi pas nontonin adegan berantemnya. Gak salah kalo ada sejumlah penonton yang ikut melayangkan tangannya seolah sedang ikut adu jotos saat sedang menyaksikan adegan berantem tersebut. Terlebih lagi dengan keikutesertaan Mike Shinoda dari Linkin Park dalam penciptaan Original Soundtrack-nya, meningkatkan nilai plus lagi dari film ini. Tak heran andai film ini lumayan ramai diperbincangan sampai mancanegara. Mulai dari penghargaan dari sejumlah festival film internasional sampai nilai yang baik dalam website RottenTomatoes.Com (situs yang lumayan credible dalam kritik film). Dan pun turut diputar secara internasional, di sejumlah bioskop di Amerika Serikat. Penasaran?

Modus Anomali
Seorang pria terbit dari timbunan tanah, lupa bakal identitas dirinya. Berlarian dalam hutan gelap, sampai akhirnya mengejar sebuah lokasi tinggal di hutan tersebut. Ada suatu video rekaman tewasnya seorang wanita. Dan perlahan, kepingan identitas dari lelaki ini juga terungkap. Bagi kesatu kalinya saya menyaksikan film karya Joko Anwar. Dan langsung terpesona (jadi penasaran sama film-film sebelumnya beliau; Kala, Pintu Terlarang). Film ini gila. Twist-nya dapet banget, dengan ending yang gak diperkirakan sama sekali. Walaupun meninggalkan tidak sedikit pertanyaan mengenai ini-itu di benak kita setelah menyaksikan film ini. Meskipun di awal-awal menit film ini masih yaelah-ini-film-apaan-sih-gini-gini-mulu karena melulu menampilkan Rio Dewanto yang terus berlari di dalam hutan, di tengah keadaan bingung dan ketakutannya. Tapi begitu masuk ke tengah dan akhir film, benak kita langsung bilang anjrit-ini-ada-apa-lagi-nih. Saya sih enggak ngerti-ngerti banget sama dunia per-kamera-an ya, namun ada di sejumlah adegan yang pemungutan gambar kameranya tuh agak mengganggu ya. Goyang-goyang macam dipungut kamera handycam gitu. Dan salut guna Bang Joko Anwar yang berani memakai bahasa inggris sebagai pendahuluan di film ini. Walaupun dialog yang dipakai masih agak tidak cukup dan tersiar logat-Indoneisa-ish, kecuali si anak cewek yang jadi kakak, pronounciation bahasa inggrisnya cukup keren. Scoring filmnya mesti diacungin jempol. Suasana hutan yang mengerikan benar-benar terasa. Apalagi kebetulan saya nonton di studio bioskop yang penontonnya dapat dihitung dengan jari (cukup disayangkan memang, kesadaran pemirsa akan film bagus masih kurang) jadi keadaan hening mencekamnya paling terasa. Soal ending kisah film ini? Mind-fuck. Lo mendingan nonton sendiri film ini. Soalnya begitu lo nonton film ini, pertanyaan yang hadir di benak lo sama pertanyaan yang hadir di benak gue tentu bakalan beda. Satu kata bikin ngegambarin film ini: Psikopat. Anyway, salut sama dua film yang canggih ini. Di tengah maraknya film-film mesum horor yang lagi trend belakangan ini. The Raid: Redemption dan Modus Anomali dapat hadir laksana oase di tengah-tengah studio bioskop tanah air yang sarat pocong-pocong dan setan dengan nama ajaib lainnya.

Segera Nonton Movie Nya di Layarkaca21 Agar lebih seru dan menarik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *