Buah Pala, Kenari dan Kemiri Tumbuh Subur Di Tanah Maluku

Pada artikel ini berita maluku tengah akan memberikan informasi tentang tanaman yang memiliki sejuta manfaat dan tumbuh subur di tanah malauku. Buah Pala sempat menjadi sengketa antara VOC dan Portugis, sebab disini begitu tidak sedikit tanaman pala tumbuh subur, sebab tanaman pala tak gampang tumbuh disemabarng tempat, mesti cocok iklim, situasi tanah dan kesuburannya. Bandaneira memiliki situasi yang sesuai untuk tumbuhan ini, sampai menghasilkan rempah pala yang paling melimpah.

  1. Buah Pala

Buah pala (Myristica fragrans) sangat tidak sedikit manfaatnya dari mulai daging buah sampai biji pala yang adalahrempah-rempah yang menjadikan Banda neira sebagai negeri rempah. Daging buah biasa diubah menjadi manisan pala, juice pala, selai pala dan sirup pala.

Memiliki tidak sedikit manfaat guna kesehatan tubuh antara lain, menambah kesehatan otak, meminimalisir rasa sakit, menanggulangi masalah pencernaan, kesehatan mulut, mengobati Insomnia, menolong mengeluarkan racun dari tubuh, serta mengendalikan desakan darah.

Manisan Pala menjadi di antara oleh-oleh yang rekomen dari Bandaneira, sebab daya tahan buahnya yang sudah diubah dengan gula sebagai bahan pengawet alami, hingga dapat dibawa jarak jauh dalam masa-masa yang lumayan lama.

Sambal pala adalahsambal khas dari olahan buah pala di Bandaneira, buah pala segar diparut, peras air dari hasil parutan, parutan yang telah diperas kemudian dibaur dengan cabe, garan serta terasi, dan aduh sampai rata, sambal pala siap disajikan dengan nasi atau ikan bakar.

  1. Selai Pala

Bahan utama ialah buah pala yang telah dikupas kulitnya, kemudian dicukur kecil direndam air hangat dan lantas dihaluskan, diberi gula cocok selera, kemudian gabungan asam sitrat, asam asetat dan senyawa pektin yang dapat dibeli di toko bahan makanan. Masak sampai tercampur rata seluruh bahan, dan diinginkan. Selai Pala siap guna dinikmati dengan roti ataupun pancake ketika sarapan.

  1. Kenari

Produk olahan kenari menjadi di antara oleh-oleh yang mesti dibeli, salah satunya dalah Halua kenari, kue kenari, bagea, tetapi yang sangat khas ialah Halua Kenari. Pohon kenari yang tidak sedikit tumbh di Bandaneira menjadikan sumber penambahan perekonomian untuk masyarakat, tidak hanya dipasarkan dalam format mentah namun pun dengan menciptakan olahan pangan.

Kenari yang mempunyai nama ilmial Canarium indicum, L., tinggi tanaman dapat mencapai 40 m dan diamater sampai 1 m, jadi tak heran bilamana pohon kenari terus hidup lama dan terus menghasilkan buah kenari. Kenari seringkali diambil ialah bagian biji yang dibalut oleh cangkang yang lumayan keras, unsur dalam cangkang berikut yang dikonsumsi dan diubah menjadi ragam olahan pangan. Di samping menjadi makanan olahan, kenari pun menghasilkan minyak pengganti minyak kelapa.

Sedangkan batangnya menghasilkan getah (resin) yang dapat digunakan sebagai gabungan vernis dan gabungan balsem. Kayu pohon kenari inipun juga dapat menjadi bahan pembuat perahu. Sungguh tidak sedikit manfaat tumbuhan kenari untuk kehidupan manusia. Kandungan Polifenol kenari paling tinggi, sampai kenari dianggap mempunyai kandungan antioksidan sangat tinggi dalam kelompok kacang-kacangan.

  1. Halua Kenari

Cemilan asik ini sangat gampang dibuat, yakni dengan teknik mencampur cincangan kenari dengan gula aren yang telah dicincang, panaskan wajan dan gula aren, masukkan kenari, aduk dan campur rata, format bola-bola atau letakkan di wadah persegi, dinginkan kemudian dipotong-potong cocok selera.

  1. Kemiri

Tak melulu Pala dan kenari, di Bandaneira juga kemiri yang dikenal dalam bahasa ilmiahnya Aleurites moluccanus pun menjadi primadona, pohon-pohon kemiri berukuran tingi dan besar menjadi harta karun berlimpah di Bandaneira. Biji kemiri sering berjatuhan di tanah, sebelum dipanen. Kemiri seringkali menjadi bahan masakan yang menghasilkan rasa gurih pada masakan, selain tersebut kemiri pun mempunyai kandungan minyak atsiri yang memiliki guna menyuburkan rambut. Untuk kesehatan kemiri dapat meminimalisir sakit kepala, sakit gigi dan demam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *